Mata merupakan salah satu panca indera yang membantu untuk melihat. Tentu saja mata menjadi salah satu bagian tubuh yang penting bagi kehidupan manusia. Dengan indera penglihatan, Sahabat Sehat bisa melakukan semua aktivitas yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.Mempunyai mata yang sehat, tentu menjadi hal yang patut untuk disyukuri. Tetapi sayangnya, banyak orang yang menyepelekan akan kesehatan mata.

Rabun jauh
Miopi atau rabun jauh adalah kondisi di mana Anda tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh, tapi mampu melihat benda yang letaknya dekat dengan jelas. Jika Anda rabun jauh, Anda akan kesulitan melihat benda jauh. Misalnya, Anda tidak bisa membaca rambu jalan raya sampai mereka hanya berjarak beberapa meter dari Anda. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan atau dengan cepat, sering kali memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja.
Rabun dekat
Hipermetropi atau rabun dekat adalah kondisi mata di mana Anda dapat melihat benda yang berada di kejauhan dengan jelas, tapi tidak dapat melihat dengan jelas benda yang dekat. Pada beberapa kasus hipermetropi serius, penderita hanya dapat melihat benda yang terletak sangat jauh. Kondisi ini biasanya menurun di keluarga. Gejala-gejala hipermetropi mirip dengan presbiopia pada lansia. Umumnya disebabkan faktor genetik dari orang tua yang menderita rabun dekat.
Rabun senja
Rabun senja adalah kelainan mata yang terjadi saat seseorang tidak bisa melihat di tempat dengan pencahayaan buruk, tempat gelap, ataupun di malam hari. Beberapa penyebab rabun senja yang masih dapat diatasi oleh dokter, termasuk katarak, kekurangan vitamin A dan rabun dekat. Rabun senja membuat penderitanya kesulitan melihat lingkungan di sekitarnya pada kondisi gelap, baik pada malam hari atau ketika berada di ruangan dengan pencahayaan yang kurang (redup). Hal ini bisa membuat penderita rabun senja sering menabrak benda-benda di sekitarnya. Gejala ini akan lebih terasa saat penderitanya berpindah dari ruangan yang terang ke ruangan yang gelap. Selain itu, rabun senja juga akan menyulitkan penderitanya untuk mengemudi pada malam hari, akibat cahaya yang kurang atau terputus-putus.
(alodokter.com)

