Apa Saja Penyebab Mata Minus?

Pada mata yang normal, untuk dapat melihat suatu objek, maka bayangan objek yang ditangkap oleh mata harus bisa ditangkap retina. Namun, pada orang yang mengalami rabun jauh, bayangan ini tidak pas jatuh di retina, melainkan di depannya. Akhirnya membuat pandangan mata terlihat buram.

Sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa yang membuat rabun jauh terjadi. Namun, para ahli menyimpulkan bahwa mata minus dapat dimiliki seseorang akibat pengaruh genetik serta lingkungan. Ya, perpaduan keduanya membuat Sahabat Sehat akhirnya sulit untuk melihat objek pada jarak jauh. Dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan bahwa ada 3 faktor paling umum yang membuat Sahabat Sehat mengalami rabuh jauh, yaitu:

Kebiasaan membaca

Meskipun bukan menjadi penyebab mata minus yang utama, kebiasaan membaca memengaruhi risiko Sahabat Sehat. Ya, jika Sahabat Sehat seorang yang gemar membaca, risiko rabun jauh lebih besar ketimbang orang lain yang jarang membaca. Terutama jika Sahabat Sehat sering membaca di tempat yang redup dan jaraknya terlalu dekat ke mata.

Jarang melakukan aktivitas di luar ruangan

Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa rabun jauh juga bisa diakibatkan karena jarang melakukan aktivitas di luar sehingga memengaruhi kesehatan mata. Pasalnya, tingkat cahaya di dalam ruangan dengan di luar tentu berbeda.

Selalu menggunakan mata dalam jarak dekat

Jika Sahabat Sehat punya kebiasaan menulis, membaca, hingga bermain gadget terlalu dekat dengan mata, maka hal ini dapat meningkatkan risiko rabun jauh. Jadi, sebaiknya biasakan untuk membaca ataupun menulis dari jarak sekitar 40 sentimeter (cm) dari layar atau buku.

(hellosehat.com)

This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *