Etika Batuk dan Bersin yang Benar

Kondisi saat ini pemerintah akan melakukan pendekatan komunitas atau community based. Sehingga fokus penanganan COVID-19 bukan hanya menyembuhkan pasien yang sudah terjangkit, tetapi juga mencegah orang sehat ikut terinfeksi. Hal ini disebut sebagai kunci dalam memutus rantai penularan, karena virus sudah pasti berasal dari pasien lain yang tertular sebelumnya.

Individu dalam lingkup bermasyarakat bisa berperan dalam penerapan strategi ini, salah satunya dengan menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Melihat kebiasaan sebagian orang saat berinteraksi di tempat umum atau kerumunan, ternyata belum banyak yang ‘melek’ soal tata cara batuk dan bersin agar tak menularkan penyakit ke orang lain.

Kekeliruan yang sering terjadi termasuk menutup hidup saat batuk dan bersin dengan tangan kosong. Padahal, secara medis, hal ini tidak-lah sehat dan berisiko menularkan virus. Berikut hal-hal yang patut diperhatikan saat batuk dan bersin yang dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan.

Etika batuk/bersin yang benar

  • Tutup hidung dan mulut saat batuk/bersin dengan tisu atau lengan baju dalam. Hal ini agar virus tidak menyebar ke udara dan menular ke orang lain.
  • Segera buang tisu yang telah dipakai ke tempat sampah.
  • Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol.
  • Gunakan masker.

Kebiasaan batuk/bersin yang salah

  • Tidak menutup mulut saat batuk atau bersin di tempat umum.
  • Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk/bersin.
  • Membuang ludah batuk di sembarang tempat.
  • Membuang atau meletakkan tisu yang sudah dipakai di sembarang tempat.
  • Tidak menggunakan masker saat flu atau batuk.

(kumparan.com)

This entry was posted in Tak Berkategori. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *