
Kegemukan juga termasuk faktor risiko stroke, tetapi bukan satu-satunya. Beberapa pakar bahkan mengatakan lemak di bawah kulit yang membuat seseorang tampak gemuk, tidak seberapa jahat dibandingkan lemak yang tidak kelihatan. Yakni lemak di darah, kita kenal sebagai kolesterol jahat, dan visceral fat yakni lemak perut yang membuat sistem metabolisme terganggu. Keduanya sangat mungkin dimiliki oleh orang kurus.
Tetapi jangan salah, stroke bukan cuma penyakit orang gemuk. Tidak sedikit pula yang mengalaminya ketika berat badan masih terhitung ideal berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Yang pasti, obesitas bukan satu-satunya faktor risiko. Masih banyak lagi faktor risiko yang memungkinkan orang kurus juga bisa kena stroke. Mulai dari riwayat diabetes, faktor genetik, kebiasaan merokok, dan gaya hidup tidak sehat.
(health.detik.com)

