
Setelah seharian berpuasa, rasanya sangat menyegarkan jika berbuka dengan yang manis.
Mulai dari es buah, kolak pisang, ubi goreng, atau bahkan hanya sekedar teh manis hangat.
Namun tahukah Sahabat Sehat jika hal itu justru kurang baik untuk kesehatan? Berdasarkan rekomendasi dari British Nutrition Foundation, buka puasa yang baik harus dimulai dengan
mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Caranya dengan meminum setidaknya dua gelas air putih (500 ml). Setelah itu, kita boleh
mengonsumsi makanan yang mengandung gula untuk memulihkan energi. Meski begitu, gula
yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa bukanlah gula pasir atau gula buatan lainnya.
Pilihan terbaik adalah gula alami yang terdapat dalam sayur atau buah. Dengan kata lain,
mengonsumsi es buah dan kawan-kawannya bukanlah jawaban.
Efek buruk berbuka dengan yang manis Berbuka puasa dengan makanan atau minuman
manis sebetulnya merupakan salah satu anjuran. Ketika manusia berpuasa, kadar gula dalam
darah menurun sehingga menyebabkan kita merasa lemas, mengantuk, dan tidak berenergi.
Untuk mengembalikan energi tersebut, kita memang dianjurkan untuk mengonsumsi gula
agar kembali bertenaga. Namun makanan manis yang menggunakan gula tambahan
seperti di atas justru tidak baik bila dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, asupan
gula tambahan yang tidak murni juga bisa membuat lonjakan kalori dalam tubuh. Terlalu
banyak kalori bisa berujung pada kenaikan berat badan selepas Ramadan. Padahal jika
diterapkan dengan pola makan yang benar, puasa Ramadan mampu mengurangi berat badan.

