Penyakit asam urat adalah salah satu jenis penyakit yang sering disepelekan karena sekilas tidak begitu mematikan. Padahal anggapan seperti inilah yang sering membuat lengah hingga tanpa sadar asam urat sudah parah hingga memicu komplikasi. Komplikasi inilah yang sangat berbahaya.
Mengantisipasi asam urat sejak dini sangat penting untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi akibat asam urat yang sudah parah. Ada beberapa tanda asam urat. Salah satu yang paling umum adalah nyeri sendi yang tidak tertahankan. Di samping nyeri sendiri, sebenarnya masih ada ciri-ciri penyakit asam urat lainnya. Berikut ciri-ciri asam urat tinggi yang perlu Anda waspadai.
Rasa Tidak Nyaman Pada Sendi
Tidak semua penyakit asam urat selalu terasa nyeri. Di tahap-tahap awal, penyakit ini justru jarang menunjukkan gejala. Meski demikian, pengkristalan tetap terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi. Pengkristalan di bagian sendi inilah yang menimbulkan rasa kurang nyaman. Ketidaknyamanan pada sendi terasa saat melakukan gerakan. Tanda-tanda seperti ini memang terlihat minor. Karena itulah, banyak yang mengabaikannya.
Terdapat Benjolan atau Pembengkakan Pada Area Sendi
Kristal yang terbentuk pada area sendi umumnya hanya kecil tetapi kristal-kristal tersebut memiliki sisi-sisi tajam yang berpotensi melukai area sekitarnya. Kristal yang terbentuk dapat bergesekan dengan sinovium atau lapisan yang melindungi sendi. Dampaknya adalah lapisan sinovium akan membengkak dan terasa lunak saat ditekan. Benjolan di bagian sendi juga bisa terjadi akibat peningkatan jumlah pelumas sendi atau cairan sinovial. Benjolan di area sendi menunjukkan bahwa peradangan sedang terjadi.
Persendian Terasa Panas
Dalam beberapa kasus penderita merasakan sensasi panas yang luar biasa. Rasa panas sebenarnya disebabkan oleh reaksi sistem imun saat proses peradangan. Saat proses ini terjadi sistem imun akan melepaskan peptida, yakni sejenis protein kecil ke jaringan lunak yang terdapat di area sendi. Zat tersebut dapat memicu berkumpulnya cairan di sekitar sendi. Aliran darah pun meningkat. Itulah kenapa peradangan akibat asam urat sering disertai pembengkakan dan rasa hangat atau panas di sekitar sendi.
Rasa Nyeri di Bagian Sendi
Saat kadar asam urat tinggi dan kristal-kristal terbentuk, ujung-ujung tajamnya dapat menyebabkan rasa nyeri. Pada umumnya, nyeri sendi mulai terasa di waktu pagi, kemudian akan semakin parah pada 4-12 jam pertama. Bahkan setelah rasa sakitnya hilang, masih ada sisa-sisa ketidaknyamanan di area persendian. Beberapa bagian tubuh yang sering terasa nyeri diantaranya adalah ibu jari, siku, lutut, pergelangan kaki dan jempol kaki. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan nyeri juga dirasakan di sendi-sendi yang lain.
Kulit di Area Persendian Memerah
Kristal-kristal kecil yang terbentuk pada sendi dapat menyebabkan peradangan. Dampaknya bukan hanya menyebabkan pembengkakan. Inflamasi yang terjadi juga dapat menyebabkan kulit kemerahan, khususnya di area persendian. Sedangkan warna kemerahan di kulit ini bisa terjadi akibat meningkatnya aliran darah di area tersebut. Hal ini biasa disebut dengan istilah vasodilatasi. Umumnya, kemerahan pada kemerahan akibat peradangan asam urat memiliki warna merah dan juga terasa hangat saat disentuh.
Asam urat yang tinggi umumnya disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Diet dan aktivitas fisik yang buruk dapat meningkatkan resikonya. Pencegahan penyakit asam urat dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga makan dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.
Selain itu, imbangi dengan mengkonsumsi Yosic dari Puspita Radja yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Mengkonsumsi Yosic dari Puspita Radja sebelum mengalami gejala awal juga dapat digunakan sebagai pencegahan.

